Kisah Menyedihkan Diego Mendieta Sebelum Meninggal

Obat Kuat Tahan Lama Resmi BPOM
FOREDI GEL asli rekomendasi Boyke, aman dan resmi BPOM

Obat Detox Cara Diet Sehat Aman
Turunkan Berat Badan 2-5 Kg dalam 1minggu, Perut Buncit Hilang!

Oris Krim Pengencang Payudara
Payudara Kencang Dan Indah Sejak 7 Hari pemakaian, Cegah Kanker Payudara

Obat Keputihan Dan Mengetatkan
Rahasia Organ Intim Bebas Keputihan, Miss V Kesat, Rapat seperti perawan lagi, dan Harum

Terapi Kista Tanpa Operasi
Solusi Herbal Untuk Mengatasi Kista Tanpa Operasi, Menambah Kesuburan

bimbata.blogspot.com

beritasatu ---
Kekurangan biaya karena gaji yang belum dibayarkan Persis Solo membuat Diego Mendieta sempat menjalani perawatan di rumah.
 
Menurut pemaparan seorang rekan dekat Diego Mendieta, Taji Prasetyo, almarhum hanya dirawat di rumah saja. Selama beberapa minggu terakhir Diego mengalami sakit tipus, demam berdarah dan juga virus yang sudah menyerang tubuh hingga ke otak.

"Jadi Diego waktu itu sakit tipus, sekitar bulan Agustus. Abis itu, gaji belum dibayar nggak bisa ke RS akhirnya dirawat di kost-nya aja," kata Taji yang pernah bermain di SAD Uruguay U17.

Karena itu ia dan rekan-rekannya membantu almarhum untuk berobat ke rumah sakit agar segera pulih.

"Awalnya anak-anak (pemain Persis Solo) kasihan, kami kumpulkan uang sumbang biaya untuk ke RS," ungkap Taji.

Taji melanjutkan, karena biaya tetap tidak mencukupi, almarhum Diego akhirnya kembali ke kamar kost dan menahan sakit tipus yang seharusnya butuh perawatan dan istirahat lama untuk bisa kembali pulih.
Gaji yang belum dibayarkan oleh Persis Solo kepada Diego disebut-sebut mencapai Rp100 juta.

"Tapi Diego memaksakan diri, dia masih ikut tarkam (turnamen kampung) gitu, terus ikut seleksi-seleksi di kompetisi tim," ungkapnya.

Taji mengatakan kalau tindakan yang dilakukan oleh almarhum Diego sebagai upaya untuk mendapat tambahan biaya berobat ke rumah sakit. Hal itu terjadi setelah empat bulan gajinya di Persis Solo tak juga dibayarkan.

"Sudah empat bulan, kami semua sudah melakukan segala hal, termasuk protes ini itu ke manajemen. Tapi tetap saja mereka mengatakan belum ada sponsor," imbuhnya.

Dirinya mengatakan, usaha agar dibayarkannnya gaji juga didukung dengan pertemuan manajemen dengan pemain-pemain senior di Solo tetapi hasilnya nihil.

"Sponsor sebetulnya ada dari Jakarta, tapi entahlah memang sekarang lagi krisis mau bagaimana. Persis Solo menurut saya masih lebih baik, tim-tim lain juga mengalami krisis bahkan lebih parah. Hanya saja ini yang tersorot karena meninggalnya Diego," ungkapnya

Hingga kini jenazah Diego masih berada di Solo dengan pembiayaan dari sumbangan para suporter tim, Walikota Solo dan juga dokter yang merawat Diego.

"Seluruh pembiayaan yang saya dengar dibayarkan sisanya oleh dokter yang merawat Diego. Bapak Walikota Solo juga katanya sudah membantu," imbuhnya.

Terkait kejadian seperti ini, Taji mengatakan kalau sebelumnya mantan pelatih Persis Solo di Liga Premier Indonesia juga pernah meninggal karena sakit dengan keadaan gaji belum dibayarkan.

"Kalau seperti ini bisa jadi PSSI kena sanksi FIFA karena klub tidak bertanggung jawab. Berita yang saya dengar katanya Federasi Paraguay sudah melayangkan surat ke FIFA," pungkasnya.


0 Response to "Kisah Menyedihkan Diego Mendieta Sebelum Meninggal"